HomeKota BimaPendidikan

SMPN 9 Kota Bima Gelar Pelatihan Jurnalis

Para jurnalis foto bersama kepsek M. Nasir  dan dewan guru serta siswa di Aula SMPN 9 Kota Bima, Senin  (18/08/2023).

KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Senin (14/08/2023) Sekolah Penggerak SMP Negeri 9 Kota Bima menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik (Pers) Sekolah dengan Tema, “Wujudkan Siswa Literat, Kritis, Kreatif dan Gemar Menulis” bersama Narasumber hebat dari organisasi profesi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia).

Pelatihan Jurnalistik Pes Sekolah Super, terlaksana selama 2 hari oleh Agen Weharima Inovasi Pembelajaran Pembina Mrs Jen. Saat itu, siswa dibekali dengan ilmu tehnik menulis berita dan dilanjutkan dengan melihat langsung Command Center Kota Bima dan Perpustakaan Daerah Kota Bima.

Kepala SMPN 9 Kota Bima, M Nasir, S. Pd menyampaikan, pelatihan jurnalistik ini sebagai bentuk komitmen sebagai sekolah penggerak dalam mewujudkan digitalisasi, mewujudkan sekolah berkerakter, pelajar yang Pancasilais, bahkan bisa menguasai tekhnologi informasi. “Semoga dengan pelatihan ini, akan memberikan warna positif terhadap siswa-siswi terhadap keberadaan digitalisasi sekolah. Jadi kita semua harus peka terhadap peristiwa, kejadian atau aktivitas yang bernilai positif di dalam lingkungan sekolah,” ujarnya.


Sangat diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan literasi bagi siswa dan menguasai keterampilan menulis. Sehingga mereka nanti, bisa melalui majalah dinding, buletin hingga website sekolah,” jelasnya.


Sementara itu, Pengawas Pembina Hj. Rohani Makruf, S. Pd pada media ini mengatakan kegiatan pelatihan jurnalistik merupakan wadah bagi siswa untuk menambah ilmu pengetahuan dan kesempatan emas, ikuti kegiatan ini dengan baik sebagai pemicu menjadi jurnalistik hebat dimasa yang akan datang. Manfaat akan didapatkan akan diapresiasi karya kalian di majalah atau website sekolah SMPN 9 Kota Bima.


Menjadi penulis handal adalah harus cinta dan suka dunia tulis menulis kemudian berlatih terus berlatih sehingga kemampuan kita terasah. “Siswa punya konten YouTube untuk menggungah karyanya dengan mengedepankan etika jurnalistik,” ujarnya. (TN – 01)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: