HomeKota BimaAdvetorial

Suhardin : Tidak Ada Istilah Perpisahkan dan Pelepasan, Tapi Penamatan

Siswa-siswi SDN 5 Rabangodu Utara saat si khatam Al-Quran oleh Guru PAI-nya, Kamis (22/06/2023).
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Sekolah Penggerak SDN 5 Rabangodu Utara Kamis (22/06/2023) menggelar Khataman Al Qur’an dalam rangka penamatan peserta didik Kelas VI Tahun Pelajaran 2022/2023, siswa yang tamat pada tahun 2023 ini sebanyak 86 siswa dan dengan Tema : “Berprestasi, Berkarya dan Berbudaya

Adapun yang menghadiri acara penamatan siswa Kelas VI tersebut, yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima yang diwakilkan pada Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Dikdas Syaiful Akbar, ST, Ketua Dewan Pendidikan Drs. Abdul Aziz, M. Pd, Korwas Abd. Salam, S. Pd, Pengawasan Pembina dan Pengawas lainnya, Ketua MKKS SMP Hj. Nurmah, M. Pd, Ketua K3S Mpunda Ustazah Erni Juhaenah, SP, Ketua K3S RasanaE Barat Asnar Karnilita, S. Pd., SD, Ketua K3S RasanaE Timur Arifin, S. Pd, Ketua K3S Asakota Nurfatuh, S. Pd., SD, Kepala SD se Kecamatan Raba, Lurah Rabangodu Utara dan Ketua Komite SDN 5 Rabangodu Utara Haris Dinata, ST, M. Si.
Dalam sambutannya Suhardin, S. Pd., M. SI siswa Kelas VI yang dilepas tahun ini sebanyak 86 orang dan pada tanggal 8 Juni 2023 kemarin sudah diumumkan mereka lulus 100 porsen. Persoalan wisuda yang ada di medsos (pro-kontra) itu hal biasa, tapi di SDN 5 Rabangodu Utara hanya penamatan saja dan tidak ada pelepasan dan perpisahan karena dua kata tersebut berat kami untuk lepas dan pisah dengan siswa didik ini.
Selanjutnya tidak ada prosesi wisuda karena itu akan memberatkan orang tua, baik sewa baju baik laki-laki dan perempuan. Cukup hanya penamatan saja yang dirangkaikan dengan Khataman Al-Qur’an. “SDN 5 Rabangodu Utara merupakan sekolah Penggerak angkatan pertama di Kota Bima dengan slogan Berkarya (Berprestasi, berkarakter dan berbudaya),” ujarnya.
Sementara dalam sambutan singkatnya, Dinas Dikpora yang disampaikan Syaiful Akbar, menjelaskan tantangan kita saat saat ini terkait Numerasi dan Literasinya, khususnya budaya membaca kita kurang, sedangkan 2045 nanti Indonesia emas dan gemilang, jadi generasi ini akan berhadapan dengan generasi-generasi hebat lainnya. “Selamat kepada siswa kelas VI hari ini yang dilepas,” singkatnya. (TN – 01/Adv.)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0