Nampak dua orang instruktur Marjianti Husnul Toahira dan Fauziah, S.Pd sedang mencontohkan tata cara bertata rias yang benar pada 10 orang peserta didiknya. |
Kota Bima, Tupa News.- Rabu (19/08/2020) pagi di Aula SMP Negeri 1 Kota Bima berlangsung pembukaan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tingkat Kota Bima yang diikuti oleh 105 peserta yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, Dr Ir. H. Syamsuddin, MS.
Program PKW yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam rangka penuntasan angka pengangguran terhadap warga masyarakat yang putus sekolah. Selain itu, juga untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dalam dunia kerja dan usaha melalui layanan pendidikan life skill dan keterampilan dan mewujudkan masyarakat yang berilmu pengetahuan agar mampu berkompetisi.
Selanjutnya, dapat meningkatkan keterampilan warga belajar dibidang IT (Ilmu dan Teknologi) untuk dapat diterima di dunia kerja dan meningkatkan keterampilan dan life skill agar dapat berkreasi, berinovasi serta berdaya saing. Untuk Kota Bima, penerima program PKW Tahun Anggaran 2020, yakni sebanyak 7 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
Dari tujuh PKBM diatas, ada lima PKBM yang pelaksanaanya tentang tata boga (Pembuatan jajan/snack), LKP Mekar Sari tentang tenunan, PKBM Oi Si’i tentang tata cara merias pengantin, sedangkan PKBM Asy Syukur Kelurahan Dodu masih belum menerima pencairan anggaran senilai Rp. 6 Juta per warga belajar. Dari PKBM kadang-kadang memiliki peserta PKW dari 10 orang hingga 15 orang peserta saja.
Ketika media ini berkunjung pada PKBM Oi Si’i Kelurahan Rontu Kamis (27/08/2020) pukul 14.30 Wita. Ketua PKBM Oi Si’i Juharni mengatakan, pelaksanaan program PKW ini, berlangsung sejak (19/08/2020) dan pada (27/08/2020) ini, merupakan hari ke kesembilan, sementara 10 orang peserta didiknya mengikuti pelatihan tentang tata rias pengantin selama satu bulan lebih. “Peserta semuanya berasal dari Kelurahan Rontu RT. 08 RW. 03, dan pelatihan peserta ini dikenakan 5 jam pertemuan setiap harinya, kecuali hari minggu. Untuk PKBM Oi Si’i pada program tata rias pengantin ini, mendatangkan dua orang tenaga instruktur dari luar,” ujarnya
Dus, Juharni PKBM yang dipimpinnya mendapatkan bantuan dana pada program PKW senilai Rp. 60 Juta, sesuai peserta didiknya sebanyak 10 orang saja, singkat. (TN – 01)
COMMENTS