![]() |
Mobil Damkar yang seharusnya dipergunakan untuk musibah kebakaran, tapi dipakai untuk muat air untuk keperluan oknum salah satu pejabat ASN di Kota Bima |
Kota Bima, Tupa News.- Sudah dua kali mobil angkutan (muatan berat) jatuh pas ditanjakan perbatasan Lingkungan Tolotando RT.04 RW.02 dengan Lingkungan Rabantala RT. 05 RW. 03, atau jalan yang menghubungan Rabantala Kelurahan Matakando Kecamatan Mpunda dengan jalan menuju Lingkungan Ndanonae Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, atau jalan yang dikenal dengan sebutan jalan Villa Wadukajuji.
sebelumnya dua bulan yang lalu, sebuah mobil dam truk, jatuh ketika memuat pasir dari arah Tambora Kabupaten Bima menuju sebuah Pondok Pesantren yang ada di pengunungan Kelurahan Matakando, kini Sabtu (15/08/2020) sebuah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bima tepatnya pada pukul 11.30 siang, hampir terguling dan harus banting setir ke kiri sehingga masuk ke got.
mirisnya, mobil Damkar yang memuat air untuk dibawah kesalah satu kebun milik salah satu ASN asal Kota Bima itu, tidak kuat nanjak, ditambah lagi keadaan mobil Damkar tersebut sudah tuah/lama.
Dari pantauan langsung Tupa News, mobil Damkar tersebut sudah nanjak hingga 20 Meter keatas, namun akibat muatannya berat sehingga mobil milik Damkar mundur seketika, dan ditambah lagi mesin kendaraan mati mendadak, sehingga sang sopir pilih bating setir ke kiri dan harus terjun bebas didalam got yang ada dijalan tersebut. dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa, hanya mobil damkar saja mengalami kerusahkan ringan, begitupun pada tragedi sebelumnya tergulingnya sebuah dam truk tidak ada korban jiwa pula.
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE yang dilaporkan media ini via WhatsApp-nya Sabtu sekitar pukul 11.48 wita, terkait kejadian mobil milik Damkar yang disalah gunakan untuk keperluan membawah air untuk oknum ASN tersebut, yang seharusnya menjadi urusan PDAM terkait permintaan air. Dalam WhatsApp-nya, Walikota HM. Lutfi mengatakan, “harus ada tulisan rawan kecelaan,” singkat Walikota.
Alamat Redaksi Tupa News, yang juga berlokasi diposisi tanjakan tersebut, menghimbau kepada pemilik kendaraan yang bermuatan berat, agar berhati-hati. Pasalnya, sebelumnya nanjak, pengguna jalan akan melewati tikungan tajam dan pertigaan yang nilai begitu sempit, sehingga apabila memiliki muata lebih dari beban kendaraannya untuk menunda niatnya melewati jalan tersebut.
Begitupun pada pengguna kendaraan roda dua, bagi warga baru yang melewati jalan tersebut, ketika turun (Menuju pulang) pasti akan jatuh terpleset, khususnya pengguna kendaraan roda dua jenis motor matic. Hal ini disebabkan tikungan tajam dan tajakan yang dinilai sangat berbahaya. Semoga saja dengan adanya kejadian tersebut, Pemerintah punya niat untuk merubah jalan tersebut, seperti penurunan jalan tanjakan Sambinae – Amahami. (TN – 03)
COMMENTS