“Aku dan Kamu Bisa Sambut Merdeka Belajar Untuk Generasi Yang Lebih Baik dan Bermartabat”.
Itulah
tema pisah sambut PAUD/TK Kusuma Bangsa Kota Bima yang digelar Sabtu (19/07/2021) sore, saat itu
Kota Bima dan sekitarnya diguyur hujan namun tidak menghentikan kegiatan pisah
sambut yang diselenggarakan oleh PAUD/TK Kusuma Bangsa dengan nuansa unik yang dilaksanakan di Cafe Yuank serta
diawali dengan membacakan sekilas tentang Sejarah Berdirinya Kusuma Bangsa.
Ada
senyum kebahagiaan terukir dari setiap wajah anak-anak saat melakukan ceremonial Kusuma Bangsa dengan
menaikan lagu-lagu Perjuangan Satu Nusa Satu Bangsa, Garuda Pancasila dan Mars
Kusuma Bangsa hasil ciptaan langsung dari pendiri dan Kepala Sekolah Kusuma
Bangsa Retno Utami,S.E,S.Pd,M.Pd Kons.
PAUD/TK
Kusuma Bangsa Tahun Pelajaran (Tapel) 2020-2021 melakukan pelepasan peserta
didik yang akan memasuki Sekolah Dasar kali ini
sejumlah 8 peserta didik namun hanya 3 yang dapat mewakili sisanya ada
diluar kota, kegiatan inipun dirangkai dengan Parenting yang dibawakan oleh DR.
Nasution, M. Pd selaku Ketua STKIP Bima dan Hendra, M.Si sebagai Asesor PAUD
Kota Bima dan Wakil Rektor III Institut Agama Islam Muhamadyah Bima (IAIM).
Sementara
tentang kesiapan para orang tua menghadapi mental putra/putinya dalam era pendidikan
yang berbeda dalam masa Covid – 19, karena dalam kondisi sekarang anak-anak
lebih banyak belajar dan bermain bersama orang tua dirumah yang diikuti secara Zoom
oleh Madiknas Kosgoro dan PPK Kosgoro bahkan
para tamu undangan lainnya serta keluarga peserta didik
Dalam
Parenting kali ini Ketua STKIP Bima memaparkan dampak buruk yang bisa terjadi
pada anak bila ia sering dimarahi akan memiliki Dampak Psikis yaitu :
- Kerusakan
atau kematian sel-sel otak anak karena mengungkapkan
suara keras dan bentakan yang keluar dari mulut orangtua dapat merusak atau
menggugurkan pertumbuhan sel otak anak. Satu bentakan atau perkataan kasar saja
dapat membunuh lebih dari satu miliar sel otak anak. Lebih parah lagi, satu
pukulan atau cubitan yang disertai dengan bentakan bisa jadi membunuh
bermiliar-miliar sel otak. Dia menganjurkan para orangtua lebih banyak
memberikan pujian. “Bila anak mendapatkan satu pujian, pelukan, dan kasih
sayang, maka rangkaian otak mereka akan terbentuk indah,” kata DR.Nasution
M.Pd. - Untung
lelah Akibatnya - Masalah
lambung - Kepercayaan
diri menurun dan penakut - Introvet
Karena takut salah, anak akan lebih memilih untuk menjadi pribadi yang
pendiam. - Depresi
Ketika anak merasa orang tua atau lingkungan tidak lagi menerima - Konsentrasi menurun
- Sulit
menjadi pendengar yang baik. - Jadi
pribadi emosional - Kepercayaan
pada orang tua turun - Mencari
pelampiasan Efek marah yang berlebihan
Dalam
pamaparannya juga Nasution mengakui kebanggaannya bahwa di Kota Bima ini ada
lembaga Kusuma Bangsa yang bisa menjembatani anak Bangsa yang memberikan pelayanan bagi anak ber-kebutuhan khusus
sehingga dapat bersosialisasi bermain dengan teman sebaya tanpa ada perbedaan. “Ini
perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah setempat,” kritiknya.
Kegiatan
pisah sambut kali ini juga disiarkan secara Zoom yang diikuti langsung oleh Madiknas
Kosgoro dan PPK Kosgoro di Jakarta dan Yogjakarta serta para orang tua
dirumahnya masing-masing. Dalam Sambutannya Erry Indriawan yang mewakili PPK Kosgoro
dari Yogyakarta juga menyampaikan
sebagai bagian Kosgoro diharapkan Kusuma Bangsa di Kota Bima dapat mewujudkan
rasa solidaritas
yang tinggi bagi peserta didiknya, bahkan mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam pembiasan
pembelajarannya.
Sebagai
putra/putri pejuang tentunya tema yang diangkat saat ini “aku dan kamu bisa” dan sub tema menyambut merdeka belajar untuk generasi
bangsa yang lebih baik dan bermartabat
dapat diwujudkan secara maksimal, mengingat filosofi para pendiri Kosgoro
adalah “Perjuangan Ku Teruskan Hingga Akhir Jaman “ dengan tetap Peduli dan Berkarya bagi Indonesia.
Kegiatan
ini ditutup dengan pemaparan Hendra, M. Si sebagai Asesor PAUD Kota Bima dan
Wakil Rektor II IAIM tentang pendidikan Lintas Keyakinan, Budaya dan Sosial
yang ada dalam Lembaga Kusuma Bangsa, terlebih penanganan anak berkebutuhan
khusus yang sudah dilihat langsung oleh Hendra, M. Si yang juga adalah salah
satu dosen di Pendidikan Anak Usia Dini, sama seperti harapan Ketua STKIP Bima bahwa
kedepan ada kepedulian Pemerintah atau
Investor yang dapat menjadi mitra pendidikan bagi Lembaga Kusuma Bangsa,
sehingga di Kota Bima ada Lembaga Pendidikan Swasta Umum yang memiliki peserta
didiknya dalam lintas keyakinan, budaya
dan sosial.
Perwakilan
orang tua yang menyampaikan kesannya selama putra/putrinya ada di lembaga Kusuma
Bangsa juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi kepala sekolah serta
tenaga pendidiknya yang senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayangnya
secara maksimal, demikian papar Drg. Komang Ayu
Anindya Trisna Dewi salah seorang tua dari Putu Yogi Aryaka Vidyyaranya.
Dalam
kesempatan kali ini juga Pimpinan Kepala Sekolah PAUD/TK Kusuma Bangsa Retno
Utami tak banyak angkat suara karena kesibukannya menangani peserta didiknya
yang luar biasa membutuhkan pelukan kasih sayangnya, namun inti yang perlu
digaris bawahi adalah seorang Retno yang
biasa di sapa Mami ini lebih mengedepankan Bukti bukan Janji dan penulis yakin
Kota Bima sangat membutuhkan pemikiran pendidikan yang berkualitas tanpa
mengambil keuntungan secara pribadi maupun golongan. (***)
Penulis
:
Retno Utami,S.E,S.Pd,M.Pd Kons adalah Kepala PAUD/TK Kusuma Bangsa Kota Bima.
COMMENTS