HomeKota BimaHeadline

Bangunan SDN 64 Sori Nampak Tua, Bantuan Pemerintah Sangat Diharapkan

Kepala SDN 46 Sori Munir
Kepala SDN 64 Sori Kota Bima Munir, S. Pd

Kota Bima, Tupa News.- SDN 64 Sori Kota Bima yang terletak diatas puncak gunung, tepatnya di Lingkungan Sori Baru RT. 012 RW.006 Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, dengan jarak ditempuh 13 KM dari Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Tampak sekolah yang didirikan pada 01 Juli 1980 silam nampak asri, sejuk dan dingin itu, hanya dihuni oleh beberapa siswa saja sebagai warga belajarnya. Terbukti pada Tahun Pelajaran (Tapel) 2020/2021 ini , hanya memiliki 31 siswa, dengan rincian Kelas I 12 siswa, Kelas II 3 siswa, Kelas III 5 siswa, Kelas IV 3 siswa, Kelas V 5 siswa dan Kelas VI 3 siswa.

Sementara guru PNS sebanyak 2 orang termaksud 1 orang Kepala Sekolah (Kepsek), guru honorer Eks K-II sebanyak 4 orang, guru Non PNS 2 orang (Bersertifikasi) serta guru lepas (Sukarela) 9 orang.

Menurut Kepala SDN 64 Sori Kota Bima Munir, S. Pd pada Tupa News, kurangnya siswa untuk masuk ke sekolah ini disebabkan jumlah masyarakat yang sedikit dan bukan masyarakat yang menetap, malah ada yang bertempat tinggal diluar daerah (Kalimantan dan sekitarnya) hingga keluar negeri (Malaysia) untuk menjadi tenaga kerja. 
 
“Lingkungan Sori Baru hanya terdiri dari dua Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 100 lebih. Dipastikan juga masyarakat disini masuk program Keluarga Berencana (KB) atau program dua anak cukup, hal itu terbukti selama saya ditempatkan disekolah ini sejak menjadi Kepsek per 15 Mei 2020 sampai sekarang baru satu kali menghadiri undangan pernikahan di Lingkungan Sori Baru ini,” ujarnya saat ditemui di sekolahnya Senin (19/04/2021) pagi.

Pada Tahun 2000 siswa Kelas VI di SDN 31 Lelamase (Sebelah Timur SDN 64 Sori) mencapai 60 orang siswa. Hal ini disebabkan saat ini, masih kurangnya masyarakat setempat untuk pergi keluar daerah maupun menjadi TKI/TKW di Malaysia dan mereka (Warga) masih berkesimpun dibidang pertanian, selain itu diperkirakan masyarakat Lelamase masih nihil dalam program KB saat itu.


Lanjut mantan guru SDN 35 Nungga ini, kebiasaan warga disini yang mengakhiri masa lajangnya (Menikah) baik yang wanita selalu mengikuti suaminya untuk bertempat tinggal diluar Kelurahan Lelamase. Begitupun yang laki-laki apabila mempersunting wanita diluar kelurahan Lelamase, malah tidak menetap di Sori Baru akan tetapi mengajak istrinya untuk menjadi tenaga kerja diluar daerah hingga menjadi TKI/TKW diluar negeri seperti di Malaysia.

Hal itu terbukti, siswa Kelas VI sekarang bernama Putri Malaysiani merupakan putri dari pasangan Haris dan Rohani yang sempat tinggal di negeri Malaysia sebagai TKI/TKW dan Putri Malaysiani lahir di Malaysia. Selain itu, siswa lainnya seperti, Antoni Kelas V dan Nur Aisyah alias Meymei Kelas III, keduanya merupakan anak keturunan asli China bernama Tjhang Fo Kian (Ayah), sedangkan ibunya bernama Lelita dari Singkawang Propinsi Kalimantan Selatan (Batak).

Jadi saat ini Lelita sudah bercerai dengan Tjhang Fo Kian lima tahun yang lalu dan kini sudah menikah dengan Junaidin warga Sori Baru dan bersama Junaidin, Lelita tinggal menetap di Sori Baru.

Secara fisik, saat ini sekolah hanya memiliki 5 lokal ruang kelas dan satu atap dengan PAUD/TK Ibnu Sabil. Dari pantauan langsung media ini, rata-rata bangunannya nampak bangunan lama, seperti kelas V dan kelas VI masih bangunan tua hanya direhab ringan pada bagian atap, awal dari genteng diganti menjadi multi roof sekitar Tahun 2018 lalu, sedangkan diruang kelas I (gabung dengan kelas II) dibangun baru sekitar sebelum Tahun 2018 dan menggunakan atap genteng sehingga saat ini dikelas tersebut pada bagian plafonnya mengalami rusak berat akibat gentengnya bocor dan plafonnya sudah dimakan waktu.


Tidak hanya diruang kelas I dan II saja yang rusak berat, akan tetapi diruang kelas III, IV, V dan VI juga mengalami rusak berat pada bagian plafon. “Ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat musim hujan ke 31 siswanya harus belajar gabung di kelas IV. Pasalnya, air hujan masuk dari arah Utara akibat dibawah angin, sehingga membuat empat ruang kelas belajar itu basah akibat dimasuki air hujan,” beber Munir sambil menunjukan ruang kelas IV pada wartawan ini yang dalam keadaan 50 porsen baik dan tidak mengalami kerusakan yang begitu parah.

Ternyata tidak saja kekurangan siswa maupun bantuan rehab bangunan yang diharapkan sekolah ini, ketika masuk musim kemarau SDN 64 Sori dan warga dilingkungan Sori Baru sangat membutuhkan air bersih. Karena ketika masuk musim kemarau sejumlah mata air di kelurahan Lelamase pada umumnya kering dan pihak sekolah hanya mengharapkan bantuan air milik PDAM Bima, itupun tidak normal dan air PDAM sekarang macet.

Masyarakat dan sekolah saat ini hanya terbantu dengan mata air milik warga Sori Baru yang jaraknya 1 KM dari arah Barat SDN 64 Sori, mata air yang digali dengan menggunakan alat berat (sumur resapan), dipastikan dalam waktu dekat ini akan mengalami kekeringan, dengan melihat aktifitas warga yang mengambil air tersebut setiap hari baik menggunakan ember dan cerigen, malah sebagian warga lain (ibu-ibu rumah tangga) langsung mencuci pakai dan mandi disumur resapan tersebut. (TN – 01)
nampak plafon SDN 64 Sori rusak berat
Salah seorang guru SDN 64 Sori Kota Bima sedang tunjuk plafon ruang kelas (di bagian emperan) rusak berat.

SDN 64 Sori plafonnya rusak
Ruang
Kelas I, II, III, V dan Kelas VI kecuali Kelas IV SDN 64 Sori Kota Bima
plafonnya rusak berat, sedangkan atapnya rata-rata multi roof.










COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0