![]() |
Foto (ilustrasi) orang yang terlibat perselingkuhan, pulang kerumah diadili sang istrinya. |
KOTA BIMA, TUPA NEWS.- Selingkuh (selingan indah, tiap tikungan pasti ada jalan), selimut tetangga lebih hangat ketimbang selimut sendiri (dirumah), rumput tetangga lebih subur ketimbang rumput sendiri (dirumah), “demikian ungkapan pepatah bagi setiap orang yang terlibat pada perkara selingkuh. Baik antara suami orang Vs istri orang, suami orang Vs janda atau gadis dan istri orang Vs duda atau pria singel”.
Dari catatan media ini sebelumnya pernah menulis beberapa kasus perselingkuhan yang melibatkan para pelaku di dunia pendidikan khususnya di Kota Bima. Kini muncul lagi kasus yang sama antara pelaku dan korban yang berasal dari sekolah yang berbeda. “Salah seorang oknum ibu bernisial (NH) dilaporkan nekat seruduk pria lain yang bukan suaminya (maksudnya, suami syah orang lain)”.
Rupanya motif seruduk suami orang lain ini, atas dasar cemburu buta, sehingga seorang oknum ibu guru NH ceramahin suami orang (yang bukan miliknya) di salah satu sekolah yang sering digunakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima gelar pertemuan. Rupanya, tidak hanya kali ini saja Wanita Idaman Lain (WIL) ini seruduk oknum pak guru berinisal (AL) di sekolahnya, tapi sudah beberapa kali.
Selain itu, rupanya antara kedua (NH dan AL) memiliki kedekatan (alias suka sama suka) atau bisa dibilang AL adalah Pria Idaman Lain (PIL) bagi NH. Belum lagi informasi terpercaya, mengatakan yang bersangkutan (NH) ternyata juga sudah berkeluarga.
Dari berbagai sumber terpercaya pada media ini belum lama ini membenarkan NH mendatangi si Pria Idaman Lain (PIL) atau AL disekolah tempat AL bekerja. Tidak hanya kali itu saja, oknum ibu guru ini mendatanginya, tapi sering kali. Cuman pada salah satu hari di Minggu ke-4 pada bulan September 2022 kemarin, NH terlihat emosi sehingga ceramahi PIL-nya itu, dihadapan guru-guru lain yang ada di sekolah AL.
Pertanyaannya, bagaimana sikap Pemerintah Kota Bima melalui dinas terkaitnya (Dikbud) untuk mengatasi persoalan yang viral tersebut. Apakah keduanya akan dipanggil untuk dimintai keterangannya, ataukah dinas akan tutup mata/telinga dengan beralibi bahwa keduanya (NH dan AL) hanya tersangkut persoalan pribadi saja, jadi tidak ada kaitan dengan dinas. Sementara NH seruduk si AL disekolahnya yang dapat mengakibatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terganggu atau si AL ini merasa tidak betah disekolahnya akibat terus didatangi NH.
Menanggapi persoalan selingkuh ini selalu dikaitkan dengan bukti (fakta) maupun saksi-saksi yang kuat. Sementara perselingkuhan ini hanya terjadi antara kedua insan oknum manusia dan tidak mungkin kedua insan yang di selimut cinta Hitam itu disaksikan (didampingi) orang lain (orang ketiga).
Selain itu, perselingkuhan antara kedua NH dan AL ini bisa merusak rumah tangga keduanya hingga berbuntut ke perceraian.
Sementara itu, salah seorang pengurus Majelis Sekolah Kota Bima yang sekaligus Pegiat Pendidikan pada media ini mengatakan, belum lama ini pihak sudah mengelar pertemuan dengan pimpinan daerah kota ini dan seorang kepala daerah itu menyampaikan dirinya tidak segan-segan akan mencopot dari jabatan yang diembang oknum ASN tersebut apabila terbukti berselingkuh antara istri orang lain dengan suami orang lain. “Mereka sama-sama sudah berkeluarga, kenapa harus ganggu punya orang lain. Dia (pelaku) juga bukan seorang janda, juga buka seorang duda tapi sama-sama berstatus sudah menikah,” demikian ungkapan pegiat pendidikan ini pada Tupa News, sambil menyarakan agar dinas (dikbud) segera ambil tindakan dengan memanggil keduanya. (TN – 02)
COMMENTS