HomeBimaLingkungan

Deklarasi Pilkada Damai Kabupaten Bima “Jangan Ada Lagi Penghadangan Paslon”

foto Deven sang inisiator pilkada damai kab bima Tahun 2020
Inilah Deven saat menunjukan spanduk deklarasi damai.

Bima, Tupa News.- Tahapan kampanye Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020, khususnya di Kabupaten Bima kini di warnai dengan adanya aksi dan issu penghadangan dan penolakan terhadap beberapa Pasangan Calon (Paslon). Melihat fenomena tersebut, tentunya para calon kandidat merasa tidak nyaman dan tidak aman, sementara untuk meraih kemenangan Calon Bupati (Cabub) Bima dan Calon Wakil Bupati (Cawabub) Bima periode 2020 – 2025 harus melakukan blusukan (tatap muka secara langsung) ditiap-tiap desa yang ada di 18 Kecamatan se Kabupaten Bima.

Untuk menciptakan pilkada Kabupaten Bima yang damai dan konduktif, kelompok muda-mudi yang menamakan dirinya Gerbong Muda Tiga paslon Cabub dan Cawabub Bima melakukan deklarasi pilkada damai pada Sabtu (24/10/2020) di Pantai Wisata Taman Kalaki Beach Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Para simpatisan dari tiga paslon peserta Pilkada serentak Tahun 2020 Kabupaten Bima itu, dihadiri dari simpatisan Paket IMAN (dr. H. Irfan – H. Herman Alfa Edison), Paket SYAFAAD (Drs. H. Syafruddin H.M. Nur, M.Pd – Ady Mahyudin, SE) Nomor urut 2 dan Paket IN-DAH (Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE – Drs. H. Dahlan M. Noer, M.Pd) Nomor urut 3, yang diinisiasi oleh pemuda Milineal Deven asal Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima.

Dalam pernyataannya Deven, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2020 yang aman dan damai, dan juga mengajak simpatisan paslon untuk tidak melakukan aksi penghadangan ataupun penolakan kegiatan kampanye pasangan calon manapun, menolak penyebaran hoax dan ujaran kebencian. Selain itu diharapkan kepada masyarakat untuk menjungjung tinggi demokrasi tanpa perbedaan, menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat tanpa anarkhis dan menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi serta menjaga persatuan dan kesatuan demi terciptanya kedamaian di Kabupaten Bima.

“Demokrasi adalah salah satu media kita untuk dewasa dalam berpolitik. Dalam berpendapat tentu ada perbedaan, namun bukan berarti kita harus saling bermusuhan. Pilihan boleh beda, namun yang harus diingat bahwa kita adalah saudara. Mari kita ciptakan Pilkada 2020 yang damai, sehingga terlahir pemimpin yang baik untuk menahkodai Bima selama lima tahun ke depan,” ujar Muhaimin alias Deven.
foto deklarasi pilkada damai Kabupaten Bima Tahun 2020
Deven didampingi para gerbong muda lainnya saat melakukan deklrasi pilkada damai.

 
Dalam agenda itu, Deven juga membacakan beberapa point hasil deklarasi tersebut, sekaligus mewakili pernyataan sikap para pemuda yang hadir, diantaranya.

  1. Mendukung pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Kab. Bima yang aman, damai dan kondusif tanpa adanya aksi penghadangan kampanye dari simpatisan Paslon.
  2.  Menjunjung tinggi demokrasi tanpa kekerasan
  3. Menolak penyebaran berita Hoax, ujaran kebencian dan issu SARA selama pelaksanaan Pilkada serentak 2020 dan menghargai perbedaan pendapat tanpa anarkis dan intoleransi serta menolak radikalisme.
  4. Memelihara persaudaraan tanpa perpecahan, mari tebarkan kebaikan dan kedamaian. (TN – 03)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: