Ikbal Tanjung, S. Pd yang biasa disapa Guru Kengge Motti (GKM) yang mengajar di SDN 29 Tanjung Kota Bima hingga 12 Tahun sebagai Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) atau tepatnya Tahun 2012. Perjalanan mengabdi seorang Ikbal Tanjung di SDN 29 Tanjung Kota Bima ini akan diuraikan catatan khusus GKM ini yang dikirim ke redaksi Tupa News Senin (29/11/2021) siang.
Kata GKM ini, banyak pengalaman pendidikan yang di petiknya baik dari perjuangan menggabungkan kedua sekolah SDN 41 Tanjung dengan SDN 29 Tanjung pada Tahun 2017 dan menghadapi latar belakang karakter anak didik dari berbagai macam status sosial dan status ekonomi, kadang Ikbal harus bergerak sampai malam untuk mencari dan mengawasi siswanya. “Kita tau sendiri kalau Kelurahan Tanjung Kecamatan RasanaE Barat itu zona merah nya Kota Bima, yaitu denga meningkatnya kasus penangkapan narkoba yang sangat tinggi,”. Oleh karena demikian cara mengatasi ini pihaknya melakukan banyak terobosan untuk meningkatkan daya pengetahuan siswa-siswinya tentang bahaya peredaran gelap narkoba dan menguatkan melalui kegiatan religius dan imtaq.
Pindah tugas (mutasi) dari SDN 29 Tanjung ke SDN 21 Tolomundu ini, tentu saja ada perasaan sedih. Karena saya harus meninggalkan generasi Tanjung, namun tugas sebagai abdi negara harus dilaksanakan. “Semoga generasi Tanjung kedepannya menjadi generasi yang maju dan berdaya saing dengan sekolah-sekolah l lainnya,” harap Ikbal Tanjung dalam tulisannya ini.
Untuk di ketahui publik, seorang Ikbal Tanjung lahir di Bima, 18 Januari 1986 merupakan putra Pertama dari 4 bersaudara buah hasil dari kedua orang tuanya Drs. M. Saleh A. Hamid (ayah) dan Nurhayati MS (ibu). Merupakan Tamatan SD Tahun 1998 (SDN 21 Tolomundu Kota Bima), Tamat SMP 2001 (SMPN 2 Kota Bima), Tamat SMA 2004 (Jurusan IPS SMAN 4 Kota Bima) danK Alumni IKIP Mataram Tahun 2009 (Sekarang UNDIKMA Mataram). Sebelumnya juga sempat menjadi guru Honorer di MTs Negeri 2 Kota Bima dan SMA Negeri 3 Kota Bima Tahun 2009 dan di angkat sebagai PNS pada Tahun 2010 dan langsung ditempatkan di SDN 17 Pane dan Tahun 2012 di mutasi ke SDN 29 Tanjung sampai sekarang (Tahun 2021, red).
Ikbal Tanjung GKM Dua Satu |
Dalam tulisannya ini juga, Ikbal Tanjung biasa disapa GKM dan sudah pindah (mutasi) ke SDN 21 Tolomundu, sehingga GKM tetap dihatinya, cuman plus dua satu atau GKM Dua Satu. Menyampaikan isi hati dari para penggemarnya yang dituangkan di media sosial (medsos) seperti ungkapan dari seorang Doktor Hasyim (Tokoh Masyarakat Tanjung).
Saat itu, masih suasana hari guru (HGN), semoga guru dimanapun senantiasa selalu diberikan kesehatan dan ketangguhan. Jelang sholat Jum’atan (Jum’at, 26/11/2021), saat sedang gelar sajadah persiapan untuk menerima kehadiran tamu Allah.
Kulihat anak-anak Sekolah Dasar (SDN 29 Tanjung) berjalan merunduk dan lesu dibelakang masjid, mereka seperti kehilangan semangat, kehilangan harapan lalu kusapa mereka, dik kenapa terlihat seperti lemas kurang bergairah gitu, mereka menengadah malu-malu lalu menjawab ‘pak guru kesayangan kami pindah ngajar ke sekolah lain aba’ kata mereka, lalu saya menyemangati mereka ‘kan akan ada guru pengganti’, tapi saya lupa karakter anak-anak Tanjung pesisir yang dibesarkan dari Lingkungan Pasar, Pelabuhan Bima dan Terminal Dara sehingga tentu berbeda dengan keumuman anak-anak lain, mereka resisten menerima orang baru apalagi yang akan membersamai mereka separuh usia mereka.
Demikian juga guru-guru mereka, akan lebih harmonis dan tepat jika sang guru memahami karakter dasar lingkungan Tanjung yang dapat diterima oleh mereka tanpa mengecilkan kapasitas dan kemampuan yang personil guru lain yang juga hebat.
Dan ternyata itu pencetus hadirnya suasana kecewaan yang menggantung diwajah anak-anak itu karena mereka akan berjauhan dengan seorang yang bukan semata dianggap guru tetapi lebih dari itu, dia telah terlanjur dianggap kakak, inspirator, pendamping sekaligus pahlawan dimata mereka.
Selamat bertugas ditempat yang baru guru hebat Ikbal Tanjung, seandainya kami warga Tanjung dibolehkan untuk memilih kami akan meminta kepada yang berwenang untuk tetap memberikan kesempatan agar beliau tetap menjadi ‘ikon’ Sekolah Kengge Moti (SDN 29 Kota Bima) sembari menyiapkan dan transfer talenta bagi guru inspirator lainnya karena kami sangat tahu bahwa dedikasimu untuk generasi Tanjung adalah nafas hidupmu.
Tapi apalah daya, kadang suara inipun gak pernah dapat koneksi umpan balik. “Tetaplah semangat anak-anak Tanjung, pasti ada kebaikan dan hikmah disetiap peristiwa. Sekolah Kengge Moti, Sedih Harus Kehilangan,” kata Hasyim yang dikutip Ikbal Tanjung pada media ini.
GKM Dua Satu inipun menjawab pernyataan Hasyim tersebut, perpisahan itu berat, rindu itu pula sangat berat. Bangga bisa berada bersama dengan kalian semuanya. “Sukses selalu untuk Keluarga Besar SDN 29 Tanjung Kota Bima,” singkat Ikbal Tanjung distatusnya Hasyim.
Masih ungkapan yang sama, sebut Ikbal, tapi kini datangnya dari akun resmi (Facebook) milik SDN 29 Tanjunh ; Selamat bertugas di tempat barumu pak Ikbal Tanjung, S. Pd di SDN 21 Tolomundu Kota Bima, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas jasa mu yang sangat luar biasa sekali di SDN 29 Tanjung Kota Bima. Berkat kerja keras dan semangat pak Ikbal Tanjung, kami dapat meraih berbagai prestasi dan dedikasi baik terhadap guru maupun siswa. Tentunya banyak pelajaran yang kami dapatkan terhadap pengalaman mu. Kami berharap pak guru kembali lagi disekolah ini. (ini harapan dari siswa dan dewan guru). ***
Ikbal Tanjung, S. Pd.
Jabatan : (1) Ketua Forum Guru Olahraga Kota Bima (2) Ketua Alumni SMPN 2 Kota Tahun 2001.
COMMENTS