![]() |
Nampak Kepsek SMAN 2 Kobi H. Eddy Salkam urutan kedua dari kanan saat membuka pelatihan literasi di Aula sekolah setempat. |
Dalam sambutannya Kepala SMA Negeri 2 Kota Bima, H. Eddy Salkam, S. Pd mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan literasi ini sebagai triggers dalam mendorong semangat literasi siswa. “Kegiatan ini kedepannya akan ditindaklanjuti dengan pengembangan pojok literasi dan panggung ekspresi siswa yang menyuguhkan berbagai kreatifitas siswa dan luar biasa lagi kegiatan di awali disekolah ini,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tim Gerakan Literasi Sekolah Dr. Salahudin, M.Pd pada wartawan ini mengatakan, kegiatan ini sekaligus dalam menyikapi kebijakan nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai penganti Ujian Nasional (UN), AKM ini rencananya akan diterapkan mulai Tahun Pelajaran (Tapel) 2021 ini. “Salah satu konten pada AKM berkaitan dengan literasi dan numerasi (Angka dan simbol) karena bermuara ke essay, sebab literasi itu sangat luas ada literasi budaya, agama, religius dan literasi satra serta masih banyak lagi terkait literasi dimaksud,” ujarnya.
![]() |
Siswa SMAN 2 Kobi saat ikuti pelatihan literasi Sabtu (09/01/2021) kemarin. |
Pertanyaannya, apa itu Asesmen Nasional (AN)?. Dikutip dari website Kemendibud RI, Asesmen Nasional Tahun 2020 merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi. (TN – 01)
COMMENTS