HomeKota BimaPemerintahan

Pelajar SMAN 2 Kobi Ikuti Pelatihan Pengembangan Literasi Satra

Kepsek SMAN 2 Kobi Buka
Nampak Kepsek SMAN 2 Kobi H. Eddy Salkam urutan kedua dari kanan saat membuka pelatihan literasi di Aula sekolah setempat.

Kota Bima, Tupa News.- Sebagai bentuk penguatan pendidikan berkarakter, pihak SMA Negeri 2 Kota Bima melalui Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS) selama satu hari Sabtu (09/01/2021) yang di ikuti para siswa kelas belajar X (Sepuluh) dan kelas XI (Sebelas) di aula sekolah setempat menggelar pelatihan pengembangan literasi sastra untuk penguatan pendidikan karakter bagi para siswanya. Pada pelatihan tersebut pihak sekolah menghadirkan tiga orang nara sumber (Satrawan lokal tapi sudah lewel Nasional).

Dalam sambutannya Kepala SMA Negeri 2 Kota Bima, H. Eddy Salkam, S. Pd mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan literasi ini sebagai triggers dalam mendorong semangat literasi siswa. “Kegiatan ini kedepannya akan ditindaklanjuti dengan pengembangan pojok literasi dan panggung ekspresi siswa yang menyuguhkan berbagai kreatifitas siswa dan luar biasa lagi kegiatan di awali disekolah ini,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tim Gerakan Literasi Sekolah Dr. Salahudin, M.Pd pada wartawan ini mengatakan, kegiatan ini sekaligus dalam menyikapi kebijakan nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai penganti Ujian Nasional (UN), AKM ini rencananya akan diterapkan mulai Tahun Pelajaran (Tapel) 2021 ini. “Salah satu konten pada AKM berkaitan dengan literasi dan numerasi (Angka dan simbol) karena bermuara ke essay, sebab literasi itu sangat luas ada literasi budaya, agama, religius dan literasi satra serta masih banyak lagi terkait literasi dimaksud,” ujarnya.


Pada kegiatan ini, pihak SMAN 2 Kota Bima menghadirkan nara sumber hebat yakni Ahki Dirman Al – Amin (pemateri tentang satra digital), Eka Ilham (pemateri berkaitan dengan satra) dan Elkacen Haryobi (pemateri tentang puisi).

 

Pelajar SMAN 2 ikuti pelatihan literasi
Siswa SMAN 2 Kobi saat ikuti pelatihan literasi Sabtu (09/01/2021) kemarin.

 
Masih kata Doktor Salahudin, pada pelatihan pengembangan literasi sastra tersebut para pelajar langsung mempraktekan menulis puisi hingga mengespresikan hasil karyanya secara langsung. “Kegiatan ini tidak hanya berlangsung sehari saja, akan tetapi para siswa ini di buatkan WhatsApp Group (WAG) dan group itu juga ada para nara sumbernya. Pasalnya, dalam WAG dimaksud siswa dituntut untuk menulis puisi, mengepresikan karyanya baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk video (satra digital) setiap waktu,” papar wakasek ini.

Pertanyaannya, apa itu Asesmen Nasional (AN)?. Dikutip dari website Kemendibud RI, Asesmen Nasional Tahun 2020 merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi. (TN – 01)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: