HomeMataram

Pencak Silat NTB : Tanpa Beban di PON Papua

Anisa Aprilia Muslim Pesilat Asal Lombok Timur Tampil di PON Papua
Anisa Aprilia Muslim Pesilat Asal Lombok Timur dari PSHT Siap Tampil di PON XX Papua.

Mataram, Tupa News.- Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat Nusa Tenggara Barat hanya memiliki satu pesilat di PON XX Papua nantinya. Dia adalah, Anisa Aprilia Muslim, pesilat putri asal Kabupaten Lombok Timur dari Perguruan Silat Hati Terate (PSHT). Itu artinya, NTB hanya bergantung kepada Anisa seorang untuk bisa mempertahankan tradisi medali pencak silat di multievent empat tahun sekali itu.

Untuk diketahui, silat NTB termasuk salah satu cabor yang tidak pernah putus mempersembahkan medali pada gelaran pesta olahraga nasional itu. Dalam tujuh PON terakhir, para pesilat NTB selalu berhasil membawa pulang medali. Dimulai dari PON XIII Tahun 1993, medali perunggu dipersembahkan oleh Hartono. Kemudian PON XIV Tahun 1996, medali perunggu lagi dari Emilia Kontesa. Peningkatan terjadi di PON XV Tahun 2000, dimana ada persembahan medali perak dari Budi, Bimo dan Syaiful serta medali perunggu dari Sahnan. PON XVI Tahun 2004, medali perak lagi dari Mardiansyah. Selanjutnya, pada PON XVII Tahun 2008, peningkatan prestasi menggembirakan dengan adanya persembahan medali emas dari I Komang Wahyu dan medali perunggu. PON XVIII Tahun 2012, lagi-lagi medali emas di persembahkan pencak silat NTB dari pesilat putri Mariati dan Indria Mila Sari. Dan, PON XIX Tahun 2016, kembali medali emas dipersembahkan Mariati, disusul medali perak dari Nurhaida dan perunggu dari Indria Mila Sari.


Dari sederet medali pada tujuh kali PON itu, bagaimanakah peluang cabor pencak silat NTB kali ini di PON XX ?. Mampukah Anisa sebagai satu-satunya pesilat NTB di PON Papua meneruskan tradisi medali tersebut ?. Tentunya, pelatih Anisa di Pelatda NTB, Nurhadi Wiyono, telah mengukur sejauh mana peluang atletnya di Papua nanti. Pelatih asal Kota Mataram ini tidak ingin bicara banyak. Fokus mereka hanya tetap berlatih secara intens, menjalankan setiap program di Pelatda hingga menjelang pelaksanaan PON XX.

Dan, tentunya pula bagi Pengurus Propinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB, meloloskan atletnya melalui wild card membuat mereka cukup realistis menghadapi PON XX. Karena itu, Anisa yang nantinya akan turun di Kategori Tanding Kelas D Putri 60 – 65 Kg, dengan prestasi terakhir sebagai pemegang gelar juara dua POMNAS Tahun 2019, tidak di berikan beban apapun di Papua. Tapi tentu ada harapan bahwa dari motivasi yang terus menerus di suntikkan pelatih, semoga ada kejutan atau keajaiban yang di ciptakan pesilat berusia 21 Tahun itu di Papua nanti. Semangat.!. Demikian kutipan media ini lewat press releasnya pihak KONI Provinsi NTB melalui akun resminya (Facebook) Rabu (10/12/2020) siang kemarin. (TN – 03)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: