HomePendidikan

Penggunaan Dana BOS SDN 1 Melayu Sesuai Juklak Juknis

Kepsek SDN 1 Melayu Asnar Karnilita, S.Pd

Kota Bima, Tupa News.- Pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Tahap kedua bulan Mei – Agustus Tahun 2020 senilai 40 porsen sesuai jumlah warga belajar 356 orang/siswa, di SDN 1 Melayu Kota Bima sesuai juklat juknis. Hal itu terbukti pada penggunaan dana BOS yang bersumber dari APBN itu, dibeberkan pihak sekolah pada media ini Selasa (09/06/2020).

Adapun penggunaan dana BOS tahap kedua, dipergunakan berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RAKS) yang di antaranya dipergunakan untuk uang paket internet yang diperuntukan bagi wali kelas dan guru mata pelajaran pada Kegiatan Daring (Dalam Jaringan) atau Belajar Dari Rumah (BDR), pengembangan dan perawatan ringan sekolah, pengadaan alat penunjang kegiatan ekstra kulikuler, pengadaan finger print (sidik jari on line), pengadaan running text, pengadaan satu set alat tradisional Bima, perawatan kantin, perawatan ruang kelas (Daun pintu doubel), pengadaan barang penunjang operasional sekolah jenis printer sebanyak satu unit.

Selain pengadaan di atas, sekolah setempat juga dalam rangka menghadapi Pandemi Covid-19, juga mengadakan hand sanitizen, sabun/deterjen (Pencuci tangan), Westafel (Tempat pencuci tangan) di lima titik. Selain itu juga sekolah ini mengadakan barang sekali pakai (Alat kebersihan) seperti sapu, serbet, kain pel dan sejenisnya.
Dari penggunaan dana BOS termin kedua di atas mencapai 80 porsen terealisasi untuk kegiatan-kegiatan dimaksud, dan selain itu untuk biaya operasional pengawai yang mencapai 20 porsen.

Kata, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Melayu Kota Bima, Asnar Karnilita, S. Pd. SD, dana BOS tahap kedua tersebut, semuanya dilakukan secara terbuka dan sudah 100 porsen dipergunakan sepenuhnya. “Seluruh pengggunaan dana BOS tahap kedua, dikerjakan berdasarkan hasil rapat yang tertuang dalam notulen rapat dengan Seluruh dewan guru dan tertuang dalam RKAS pula.

Lanjut Kepsek yang dilantik pada (30/01/2020) ini, sekolah yang dipimpinnya itu menggangkat sebuah motto “Taman Belajar SIRIH PUAN” (Santun Religius dan Pribadi Andal). Sedangkan kata Sirih Puan dalam bahasa Daerah Bima-nya berati Ua Pua, dimana Ua Pua salah satu budaya daerah Bima dan sekaligus budaya yang menceritakan perjalanan Kerajaan Bima (Sebelum memeluk agama Islam) dan setelah masuk Islam, kerajaan Bima berubah nama menjadi Kesultan Bima. “SDN 1 Melayu memiliki historis yang erat kaitannya dengan masuknya penyebaran agama Islam di Bima, pada saat itu, ” tutup Asnar. (ADV. 01)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: