Pengelolah PKBM Aminullah Siti Nurminhayati foto bersama dengan tenaga instrktur dan peserta didiknya |
Kota Bima, Tupa News. – Program PKW (Pendidikan Kecakapan Wirausaha) jenis keterampilan Tata Boga (Pembuatan Kue Kering dan Basah) sejak Rabu (19/08/2020) lalu, yang berlangsung di Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (LPKBM) Aminullah Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima. Ternyata akan memperatekan 30 resep/aneka cara pembuatan kue kering maupun kue basah kepada 15 orang peserta didiknya.
Hal tersebut terbukti, ketika media ini berkunjung ke lembaga PKBM Aminullah yang beralamatkan di Kompleks BTN Tambana Blok B Nomor 18, pada Kamis (03/09/2020) siang. Kegiatan yang didanai oleh Kemendikbud RI Tahun Anggaran 2020 melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan itu, dipimpin oleh instruktur bersertivikat keahlian tata boga.
Yakni, Sumiayati, S.Pd guru SMK Negeri 3 Kota Bima (SMIK) dan Rahmi Hidayat dari lembaga PKBM Aminullah yang juga memiliki keahlian dan sertivikat yang sama. Pada Media Tupa News, Pengelolah PKBM Aminullah Dra. Siti Nurminhayati membenarkan, bahwa jenis PKW di PKBM yang dikelolahnya itu, jenis keterampilan tata boga, tepatnya pembuatan kue kering dan basah. “Pertemuan pembelajaran dan sekaligus pratek ini akan berlangsung selama 200 jam pertemuan atau satu jam pertemuan dengan date line waktu 40 menit saja, untuk 30 hari lamanya,” ujarnya pada wartawan ini.
![]() |
Kabid PNFI Abdul Hafid, S.Pd sedang memaparkan ilmu kewirausahaan pada peserta didik PKBM Aminullah Jatiwangi |
![]() |
Instruktur Sumiayati, S.Pd guru SMIK sedang pratekan cara pembuatan Bronis kentang hitam pada peserta didik PKBM Aminullah Jatiwangi |
Adapun jenis pembuatan kue kering diantaranya nastar, pastel mini, pastel abon dan biruas. Sementara jenis-jenis pembuatan kue basah, diantaranya kue bronis lapis, bronis batik, bronis kentang hitam dan bronis biasa. “Dengan pembelajaran dan pelatihan ini, diharapkan pada peserta didik untuk bisa mengembangkan usahanya (Buka usaha) secara mandiri, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Pasalnya, kegiatan ini dimaksud, sebagai langkah pemerintah untuk menggurangi angka pengangguran,” pintahnya.
Selanjutnya, kata Pengelolah PKBM Aminullah Siti Nurminhayati, para peserta didik ini, setelah mengikuti pelatihan selama 30 hari ini, tentunya akan mendapatkan bantuan peralatan peraga untuk pembuatan kue kering dan basah tersebut. Seperti, oven, blender, mixer, pengilingan mie, wajan, dadan dan cetakan bermacam-macam jenis kue. “Pada intinya, jenis alat peraga ini akan diberikan sesuai dengan kebutuhan para peserta didik itu sendiri, apakah alat pembuatan kue kering maupun alat untuk pembuatan kue basah,” tutupnya, sembari menyampaikan, bahwa siswa didiknya berasal dari Lingkungan Ke’do dan Lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule, serta dari warga Lingkungan Tambana Kelurahan Jatiwangi. (TN – 01)
COMMENTS